Pelatihan “Penulisan Karya Tulis Ilmiah Berbantuan Kecerdasan Artifisial” telah sukses diselenggarakan pada Sabtu, 25 Oktober 2025, bertempat di Aula Gedung Wisma PKPRI Purworejo. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (DIKTIS), Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (PENDIS), dan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Walisongo Semarang. Tujuan utama acara ini adalah membekali peserta dengan keterampilan menyusun karya ilmiah secara efektif dan etis di era teknologi AI. Peserta menunjukkan antusiasme tinggi dan berasal dari latar belakang yang sangat beragam, mencakup mahasiswa dari institusi seperti STAINU Purworejo, Ma’had Aly Al Imn Bulus, Politeknik Sawunggalih Aji, dan UNISULA Semarang, serta kalangan Dosen, Guru, dan anggota Banser. Kehadiran lintas profesi ini mencerminkan besarnya kebutuhan akan literasi AI di berbagai sektor.
KH. Muhammad Haekal, S.Pd.I. selaku ketua tanfidiyah PCNU Purworejo, dalam sambutan dan pengarahannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja devisi pendidikan lembaga pendidikan tinggi Nahdlatul ulama (LPTNU) Purworejo. Adapun lembaga ini telah dilantik pada bulan Juni 2025 dengan masa bakti 2025-2030. Semoga program ini menjadi awal untuk pengembangan perguruan tinggi NU di Purworejo sehingga nanti akan lahir SDM NU yang kreatif dan Inovatif.
Sesi pertama pelatihan disampaikan oleh Dr. H. M. Djamal, M. Pd. (Ketua LPTNU PCNU Kab. Purworejo). Beliau memaparkan konsep dasar artikel ilmiah, struktur penulisannya, serta peran AI (seperti ChatGPT, Copilot, dan Gemini) sebagai alat bantu. Inti dari pemaparan beliau adalah penekanan kuat pada etika akademik dan otentifikasi karya. Peserta didorong untuk memastikan bahwa karya ilmiah yang dihasilkan mencerminkan pemikiran pribadi (menguasai 100% isi tulisan) dan bukan sekadar salinan mentah dari keluaran AI. Hal ini ditekankan sebagai langkah krusial untuk menjaga integritas dan akuntabilitas penulis di tengah kemudahan yang ditawarkan oleh teknologi.
Sesi kedua menghadirkan H. Wibowo Prasetyo (DPR RI Komisi 8), yang memberikan penguatan kontekstual terhadap penggunaan praktis aplikasi Kecerdasan Artifisial, terutama dalam konteks peningkatan kualitas sumber daya manusia. Pemateri menggarisbawahi pentingnya pemanfaatan teknologi AI untuk meningkatkan efisiensi kerja, namun sekaligus memberi perhatian khusus pada tantangan implementasi. Salah satu bahasan utama adalah pentingnya kewaspadaan terhadap fenomena “halusinasi” AI, di mana aplikasi dapat menghasilkan data atau referensi yang fiktif atau tidak akurat. Oleh karena itu, peserta didorong untuk selalu melakukan verifikasi mendalam terhadap setiap informasi yang dihasilkan AI sebelum menggunakannya dalam karya tulis ilmiah, memastikan bahwa integrasi AI ke dalam penulisan dilakukan secara bertanggung jawab dan menjunjung tinggi validitas data.

