Aktif Bertanya, Delegasi LPTNU Purworejo Dinobatkan sebagai Peserta Teraktif Workshop Jurnalistik NU

LPTNU PURWOREJO — Sejak sesi pertama dimulai, tangan Miftahur Rahman beberapa kali terangkat. Ia tak hanya mengajukan pertanyaan, tetapi juga menanggapi paparan narasumber dan berdiskusi dengan peserta lain. Keaktifannya sepanjang pelatihan akhirnya berbuah apresiasi.

Delegasi Lembaga Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) PCNU Purworejo itu dinobatkan sebagai Peserta Teraktif dalam Workshop Jurnalistik bertajuk Menuliskan Kebaikan, Menyebarkan Kemanfaatan yang digelar Lembaga Ta’lif wan Nasyr (LTN) PCNU Purworejo di Pondok Pesantren Al Faham, Sabtu, 24 Mei 2026.

Penghargaan tersebut diberikan setelah panitia menilai partisipasinya selama kegiatan berlangsung. Miftahur dinilai konsisten mengikuti setiap sesi, aktif berdialog dengan narasumber, serta mampu membangun diskusi yang mendorong peserta lain ikut terlibat.

Workshop itu mempertemukan puluhan peserta dari berbagai unsur Nahdlatul Ulama di Kabupaten Purworejo, mulai dari pengurus PCNU, lembaga, badan otonom, hingga perwakilan Majelis Wakil Cabang (MWC) NU. Mereka mendapatkan pembekalan mengenai dasar-dasar jurnalistik, teknik penulisan berita, etika media, hingga strategi mengelola konten digital yang informatif dan bertanggung jawab.

Bagi Miftahur, penghargaan tersebut bukan sekadar pengakuan atas keaktifannya selama pelatihan. Menurut dia, kemampuan jurnalistik menjadi salah satu kompetensi yang perlu dimiliki kader NU untuk menjawab tantangan komunikasi di era digital.

“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi saya untuk terus belajar. Jurnalistik bukan hanya tentang menulis berita, tetapi juga menghadirkan informasi yang benar, bermanfaat, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Ia mengatakan, ruang digital membutuhkan semakin banyak konten yang akurat dan mencerdaskan masyarakat. Karena itu, kemampuan menulis dan mengelola informasi harus terus dikembangkan agar organisasi mampu menyampaikan gagasan dan aktivitasnya secara profesional.

Melalui pelatihan tersebut, peserta tidak hanya dikenalkan pada teknik menyusun berita sesuai kaidah jurnalistik, tetapi juga diajak memahami pentingnya verifikasi informasi, penyusunan narasi yang berimbang, serta pemanfaatan media sosial sebagai sarana dakwah dan edukasi publik.

Panitia berharap workshop ini menjadi langkah awal lahirnya ekosistem literasi yang lebih kuat di lingkungan Nahdlatul Ulama. Di tengah derasnya arus informasi digital, kader-kader NU diharapkan mampu menjadi produsen informasi yang kredibel, menghadirkan kabar yang mencerahkan, sekaligus memperkuat syiar organisasi melalui karya jurnalistik yang berkualitas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *